Width: 0, Height: 0
Scroll down for more information

About the Book

We Indonesians Rule adalah sebuah catatan kecil dalam sejarah perjalanan industri kreatif di Indonesia. Buku ini mencoba memberikan gambaran akan situasi industri saat ini dan para pelaku industrinya. We Indonesians Rule bukan lah sekedar dokumentasi.

Buku ini bertutur dan berkisah, menyampaikan cerita pahit dan manis dari manusia-manusia biasa dengan pencapaian luar biasa. Nama-nama yang terangkum dalam buku ini hanyalah segelintir dari insan kreatif yang ada. Namun mereka merupakan individu yang telah mampu menyejajarkan diri dalam tataran internasional di bidangnya masing-masing.

Buku ini berusaha menunjukkan bahwa insan kreatif Indonesia yang dipenuhi passion, berani berinovasi dan mampu mendobrak pola pikir lama dapat membawa negara ini menuju kegemilangan dan dapat disejajarkan dengan nama-nama besar lainnya. Keuntungan dari penjualan buku ini akan disumbangkan untuk pengembangan kepemudaan melalui program youth development dari Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

We Indonesians Rule is a collection of stories behind the journey of the Indonesian creative industry. This book showcases the situation of the industry nowadays along with the personalities behind it. We Indonesians Rule is not mere documentation. It is a compendium of tales -- telling stories, bitter and sweet, about ordinary people with extraordinary achievements. The names compiled in this book are only a small glimpse of the many creative personalities out there. But they are the exceptional individuals who have made a name for themselves internationally in their respective fields.

This book strives to show that the passionate Indonesian creative personalities dare to innovate and break the old paradigm in order to bring Indonesia to an unprecedented glory so this nation can share the same stage with other big names one day.

The profit of book sales will be donated to the youth development program of Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation).

People

Alvin Tjitrowirjo, Mouly Surya, Didiet Maulana, Agate Studio, Nancy Margried, Leonard
Theosabrata, djuhara + djuhara, Ockto Baringbing, Jogja Hip Hop Foundation, Wahyu Aditya,
Joko Anwar, Daniel Surya, Budi Pradono, UNKL347, Edwin, Nial Djuliarso, Anton Wirjono, AR&Co,
Nan Jombang Dance Company, Tex Saverio, Jompet Kuswidananto, Teater Garasi, Arkiv Vilmansa,
Eko Supriyanto, Dewi Lestari, Singgih Kartono, Papermoon Puppet Theatre,
White Shoes & The Couples Company, Didik Nini Thowok, Andra Matin, Irwan Ahmett, Eko Nugroho.

  • Alvin Tjitrowirjo
  • Mouly Surya

    Mouly Surya

    "Saya tidak ingin menjadikan film sebagai ranah berceramah. Film itu seni bagi saya, sebuah bentuk collaborative art."

    "I don’t want to create film as a medium for sermon. Film is an art for me, a form of collaborative art."

  • Didiet Maulana
  • Agate Studio
  • Nancy Margried

    Nancy Margried

    Prestasi terbesar tidak datang dalam bentuk piala atau piagam melainkan ketika ia tahu bahwa karya tersebut diterima, berguna, dan memberikan kebaikan bagi orang lain.

    The biggest achievement does not come in the form of trophy or certificate; it is gained when she knows that her creation is accepted, beneficial, and brings virtue for other people.

  • Leonard Theosabrata

    Leonard Theosabrata

    "Kamu tidak perlu berteriak tentang menjadi Indonesia, itu telah melekat dalam dirimu."

    "You don’t have to scream so loud about being Indonesian, it’s already within yourself."

  • djuhara
    +
    djuhara
  • Ockto Baringbing
  • Jogja
    Hip Hop Foundation

    Jogja Hi Hop Foundation

    "Kita itu harus belajar dari akar kita sendiri."

    "We need to learn from our own roots."

  • Wahyu Aditya
  • Joko Anwar
  • Daniel Surya
  • Budi Pradono

    Budi Pradono

    "Saya selalu berpikir bagaimana untuk go beyond architecture. Kita punya filosofi yang kuat—proyek yang menantang kita untuk bereksperimen dan menghasilkan inovasi baru arsitektur, desain, dan urbanism."

    "I always think about how to go beyond architecture. We have a strong philosophy—projects that challenge us to experiment and create new innovations in architecture, design, and urbanism."

  • UNKL347
  • Edwin

    Edwin

    "Saya percaya ada energi sinema dalam segala hal."

    "I believe that there is cinematic energy in everything, especially where and when you least expect it."

  • Nial Djuliarso
  • Anton Wirjono
  • AR&Co.

    AR&CO.

    "Di masa depan, teknologi canggih menjadi sebuah hal yang lumrah dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari."

    "That in the future, state-of-the-art technology will be a common and inseparable part of day-to-day human life."

  • Nan Jombang Dance Company

    Nan Jombang Dance Company

    "Apapun disiplin ilmu yang ada di dunia ini termasuk juga tari adalah sama, yang membuat ia berbeda adalah keinginan dan cara pelaku menjalaninya."

    "Dance is just like any other disciplines in this world. What make it different are the desire and the way it is done."

  • Tex Saverio

    Tex Saverio

    "Apresiasi terbesar yang pernah saya rasakan. Ya, dari bangsa sendiri, dari orang – orang yang bangga saat saya menunjukan produk Indonesia dan nama Indonesia di dunia internasional"

    "The biggest appreciation I’ve felt comes from my own nation from people that are proud of me showcasing Indonesian products to an international crowd"

  • Jompet Kuswidananto
  • Teater Garasi
  • Arkiv Vilmansa
  • Eko Supriyanto
  • Dewi Lestari

    Dewi Lestari

    "Saya rasa, idelah yang menentukan bentuk. Ada ide yang cukup diungkapkan lewat puisi, tapi ada juga ide yang perlu ruang lebih besar seperti novel. I serve the ideas. Not the other way around."

    "I feel that idea determines form. There are ideas that can be conveyed through poem, but some other ideas need a bigger space like novel. I serve the ideas. Not the other way around."

  • Singgih Kartono
  • Papermoon Puppet Theatre

    Papermoon Puppet Theatre

    "Ketika kita tahu apa yang terjadi di masa lampau, maka kita akan tahu di mana kita berdiri sekarang, dan mau ke mana kita di masa mendatang."

    "When we understand history, then history is always important. When we know what happened in the past, then we will find out where we stand right now and where we are going to be headed in the future."

  • White Shoes
    &
    The Couples

    White Shoes and The Couples Company

    "Membuat apapun yang kita suka, menjalankannya selama kita suka."

    "Creating anything that we like, doing it as long as we like it."

  • Didik Nini Thowok

    Didi Nini Thowok

    "Penghargaan itu muncul saat kita mengerti dan memahami."

    "Appreciation is born when we understand and comprehend."

    "Generasi tua harus mengajak generasi muda untuk mau mengerti dan memahami seni."

    "The older generation should encourage the young generation who wants to understand and comprehend art."

  • Andra Matin
  • Irwan Ahmett

    Irwan Ahmed

    "Seni saya adalah seni intervensi yang menghasilkan perubahan emosi"

    "My art is an interventionist art to trigger emotional changes."

    "Gagasan-gagasan bermunculan dengan mudah pada saat saya merasa bahagia"

    "Ideas easily arise when I am happy."

  • EKO NUGROHO

Book Details

Editor Primo Rizky
Contributors Juventia Vicky, Nico Novito, Puri Anindita,Riksa Afiaty, Tria Nin
Project Manager Juventia Vicky
Editorial Assistant Adista, Angelia Fransisca
Graphic Design & Art Direction Resatio Adi Putra, WRKH.
Production Utami Damimo
Photography Diana Widjaja
Published By Studio Geometry
Jalan Panjang Raya No. 70,
Kebon Jeruk, Jtakarta 11530
www.studio-geometry.com
Printed By Gramedia Printing
ISBN 978-602-18357-2-2
Price IDR 259.000,-

Online Order

Name
Email
Phone
Address
Copies

Your request has been submitted.